Semarang — Yayasan Pembina Pendidikan 17 Agustus 1945 (YPP 17) Semarang menyelenggarakan kegiatan Roadshow Yayasan di lingkungan Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang sebagai langkah penyamaan frekuensi cara berpikir bahwa Pendidikan Tinggi Swasta dikelola melalui pendekatan entitas bisnis dari aspek Non Akademik
Dalam kegiatan tersebut, pengurus yayasan menegaskan perannya sebagai penyelenggara pendidikan yang bertanggung jawab dalam menetapkan arah kebijakan strategis, mendukung pengembangan sumber daya manusia, serta memastikan pengelolaan keuangan dan sarana prasarana berjalan secara efektif dan akuntabel. Universitas sebagai pelaksana pendidikan diharapkan mampu menjalankan program akademik secara optimal melalui sistem manajemen yang terencana dan berkelanjutan.
Roadshow Yayasan merupakan program strategis dari Pengurus YPP 17 Semarang yang bertujuan menyamakan frekuensi cara berpikir seluruh unit pendidikan, bahwa pengelolaan Pendidikan Tinggi Swasta perlu dilakukan melalui pendekatan entitas bisnis, khususnya pada aspek non-akademik dalam lingkup manajemen dan tata pamong yang profesional. Pendekatan ini menekankan pentingnya tata kelola yang terstruktur, efisien, dan berorientasi pada keberlanjutan institusi.
Salah satu poin penting yang disampaikan dalam Roadshow Yayasan adalah penguatan sistem sentralisasi pengelolaan keuangan, sumber daya manusia (SDM), serta sarana dan prasarana atau aset di tingkat yayasan. Sentralisasi ini dilaksanakan berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah diterbitkan oleh Pengurus, sehingga setiap proses pengelolaan dapat berjalan secara konsisten, transparan, dan akuntabel. Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, pemerataan dukungan sumber daya, serta memperkuat koordinasi antarunit di lingkungan yayasan.
Selain itu, tata kelola tersebut didukung oleh fasilitasi Sistem Digital Terintegrasi yang terpusat melalui Badan Pusat Digital Terintegrasi, baik di tingkat yayasan maupun pada seluruh lembaga di bawah naungan YPP 17 Semarang. Pemanfaatan sistem digital yang terintegrasi ini diharapkan mampu mempercepat proses pengambilan keputusan, meningkatkan akurasi data, serta memperkuat sistem pengawasan dan pelaporan secara real time.
Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya pengelolaan sarana dan prasarana berbasis SOP, mulai dari pengadaan, renovasi, hingga pemeliharaan aset pendidikan secara berkelanjutan. Pendekatan tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga kualitas layanan pendidikan yang profesional, terstandar, dan mampu menjawab kebutuhan perkembangan institusi di masa depan.
Roadshow Yayasan turut menyoroti tantangan peta pendidikan tinggi di Jawa Tengah, di mana jumlah lulusan yang dihasilkan institusi mencapai lebih dari 1.000 lulusan setiap tahun. Kondisi ini menuntut perguruan tinggi untuk semakin adaptif, inovatif, serta mampu meningkatkan daya saing lulusan di tengah dinamika dunia pendidikan tinggi yang terus berkembang.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun pemahaman bersama serta kolaborasi yang solid di antara seluruh civitas akademika dalam mendukung kemajuan UNTAG Semarang sebagai perguruan tinggi yang unggul, profesional, dan berdaya saing.


