Langit pagi itu tampak teduh di atas Masjid Agung Jawa Tengah. 588 wisudawan Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang duduk berjejer rapi, wajah-wajah penuh kebahagiaan menatap panggung utama. Tak hanya menjadi penanda akhir perjalanan studi, wisuda ke-92 kali ini juga menjadi babak perpisahan yang menyentuh hati, sebuah momen yang akan dikenang lama oleh seluruh sivitas akademika.
Masjid Agung Jawa Tengah, Rabu pagi, jubah-jubah toga berayun pelan saat ratusan wisudawan dari enam fakultas UNTAG Semarang memasuki ruangan utama, disambut lantunan musik dari paduan suara Untag Voice. Dari barisan belakang, tampak pula tiga mahasiswa asing asal Myanmar, lulusan Program Studi Arsitektur, yang tersenyum bahagia sambil memegang erat bendera kecil Indonesia, simbol persahabatan lintas negara yang tumbuh dari kampus merah putih.
Acara wisuda ke-92 ini menjadi saksi kebanggaan bagi para wisudawan dan keluarga yang hadir. Turut hadir pula Wali Kota Semarang, Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti, S.S., M.M., sebagai tamu kehormatan. Dalam sambutannya, ia memberikan motivasi penuh semangat bagi para lulusan agar terus berani bermimpi dan berkontribusi bagi kota serta bangsa.
“Jangan berhenti belajar. Hari ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang menuju karya dan pengabdian,” pesannya, disambut tepuk tangan meriah.
Namun, suasana berubah haru ketika memasuki penghujung acara. Rektor UNTAG Semarang, Prof. Dr. Drs. Suparno, M.Si., berdiri di atas panggung bersama jajaran wakil rektor. Dengan mikrofon di tangan, ia tersenyum sambil berkata lembut, “Kali ini, izinkan saya menutup wisuda dengan lagu yang bermakna tentang kebersamaan.”
Beberapa detik kemudian, alunan lagu “Kemesraan” memenuhi ruangan. Para wisudawan berdiri, ikut bernyanyi bersama. Beberapa terlihat meneteskan air mata, menyadari bahwa momen itu bukan sekadar perpisahan bagi mereka, tapi juga wisuda terakhir di bawah kepemimpinan sang rektor tercinta.
Nada demi nada terasa seperti benang waktu yang menjahit kenangan. Dari awal perkuliahan yang penuh perjuangan hingga hari wisuda yang menandai keberhasilan, semua terjalin dalam suasana haru dan kebanggaan.
Ketika lagu berakhir, tepuk tangan panjang menggema di seluruh ruangan. Tidak ada kata yang cukup untuk menggambarkan suasana pagi itu, hanya rasa syukur, haru, dan kebersamaan yang menyelimuti.
Berikut link dokumentasi wisuda ke-92 :
https://drive.google.com/drive/folders/15TCBQmo5nztmMQb5IAUoliDxnAjXGABz?usp=sharing


