UNTAG Semarang melalui Badan Eksekutif Mahasiswa FISIP membuka ruang dialog konstruktif bagi para pelajar SMA/SMK di Kota Semarang lewat kompetisi Focus Group Discussion (FGD). Dengan mengusung tema “Optimalisasi Pemanfaatan Anggaran untuk Meningkatkan Kualitas dan Akses Pendidikan”, forum ini menjadi ajang bagi pelajar untuk mengasah kemampuan berpikir kritis sekaligus menyumbangkan ide inovatif dalam dunia pendidikan.
Acara yang berlangsung di Grha Kebangsaan belum lama ini menghadirkan ruang dialog yang konstruktif dan produktif. Para peserta dari berbagai sekolah diberikan kesempatan untuk mendiskusikan tantangan sekaligus menawarkan solusi terkait pemanfaatan anggaran pendidikan, khususnya di tingkat SMA/SMK sederajat.
Dekan FISIP UNTAG Semarang, Prof. Dr. Dra. Rini Werdiningsih, MS, turut hadir memberikan sambutan sekaligus apresiasi. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya forum seperti ini sebagai sarana pembelajaran politik, manajemen publik, dan partisipasi sosial sejak dini.
“Diskusi seperti ini membuktikan bahwa para pelajar sudah memiliki kepedulian terhadap persoalan kebijakan dan masa depan pendidikan. UNTAG Semarang siap mendukung lahirnya generasi kritis dan solutif,” ungkapnya.
Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif mereka dalam menyampaikan argumen. Ide-ide segar, rekomendasi aplikatif, hingga gagasan strategis mengalir dari tiap tim, mencerminkan kepedulian mereka terhadap masa depan bangsa.
Setelah melalui proses penilaian dari dewan juri, SMK Terang Bangsa berhasil keluar sebagai juara pertama. Tim ini dinilai mampu memberikan pernyataan yang kuat, logis, dan aplikatif dalam menjawab isu pemanfaatan anggaran pendidikan.
Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik di Untag memiliki 2 program sarjana yaitu Administrasi Publik dan Administrasi Bisnis serta 1 program magister yaitu Administrasi Publik. Jurusan-jurusan tersebut sangat tepat bagi pelajar yang suka berdialog, berdiskusi, dan memiliki gagasan-gagasan yang kreatif. Telah banyak alumni dari FISIP Untag Semarang yang berkarir menjadi pejabat daerah, ASN, dosen, dan sebagainya.
Melalui kompetisi ini, UNTAG Semarang tidak hanya memberikan wadah bagi siswa SMA/SMK untuk berkompetisi, tetapi juga menegaskan perannya sebagai kampus yang mendorong partisipasi generasi muda dalam pembangunan bangsa. Forum FGD ini diharapkan menjadi agenda berkelanjutan, sekaligus melahirkan rekomendasi yang berdampak nyata di berbagai bidang, baik pendidikan, kebijakan publik, maupun kehidupan sosial masyarakat.


