Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Menghasilkan lulusan yang bermoral Pancasila dan berwawasan kebangsaan.

Weblink UNTAG

Info Akademik

  • Agenda Kegiatan Kampus
  • INFO PMB
  • Info Kalender Akademik
  • Info Wisuda 2014
  • Info Kegiatan Semester Mahasiswa
  • Info Kegiatan Alumni
  • Info Keanggotaan E-Learning
  • Info Pelatihan Mahasiswa
  • Info Pelatihan Dosen
  • Info Semintar
  • Info Workshop

Lowongan Dosen Tetap

Silakan bergabung bersama kami untuk berkarier menjadi DOSEN. Informasi selengkapnya, silakan buka website http://kepegawaian.untagsmg.ac.id.

Berita Terbaru

Kunjungan web

Hari iniHari ini580
KemarinKemarin1349
TotalTotal270642

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player

Powered by RS Web Solutions

Untag Tambah Doktor Ilmu Hukum

Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) menambah jumlah dosen berpredikat doktor. Staf pengajar kampus itu, Anggraeni Endah Kusumaningrum dari Fakultas Hukum (FH), berhasil mendapatkan gelar doktor setelah menyelesaikan pendidikan S-3 dan disertasi di UNS. Anggraeni mengangkat riset berjudul “Model Penguatan Transaksi Teraputik Dokter dan Pasien Berdasarkan Pada Prinsip Kemitraan Berkeadilan Supaya Memberi Perlindungan Hukum pada Pasien”.

“Transaksi teraupetik adalah hubungan timbal balik antara dokter dan pasien. Hubungan ini berkenaan pelayanan medik secara profesional berdasarkan kompetensi keahlian dan ketrampilan dunia kedokteran,” tutur Anggraeni yang juga Ketua Lembaga Penelitian FH Untag itu, Jumat.

 

Dalam transaksi itu, dokter dan pasien seharusna menjadi mitra. Hubungan semacam ini akan menyebabkan pengobatan dan perawatan pasien dapat dilakukan dengan baik. Ujungnya yaitu kepuasan dan perlindungan yang adil terhadap konsumen.

“Persoalannya, tidak semua transaksi teraupetik memenuhi rasakeadilan. Pada beberapa kasus muncul keluhan pasien, dalam hal ini karena dokter kurang memahami makna transaksi itu,”imbuh peraih predikat sangat memuaskan dengan IPK 3,5 dalam sidang ujian terbuka di UNS itu.Latar belakang ini juga yang membuatnya mantab meneliti kasus teraupetik. Ini sejalan kiprah Anggraeni yang aktif pada berbagai kajian hukum kesehatan di kampus. Dia bersama guru besar Untag Semarang, Prof. Dr. Sarsintorini Putra menjadi motor penggerak dalam mengkaji banyak persoalan hukum kesehatan.

Menyumbang Informasi

“Penelitian yang saya lakukan menggunakan metode yuridis normatif didukung dengan data empirik. Riset berlangsung antara November 2014 sampai Maret 2015. Paradigma penelitian ini adalah konstruktivisme,” katanya.

Norma-norma yang berkaitan dengan kajian ini yakni UU 29/2004 tentang praktik kedokteran, UU 36/2009 tentang kesehatan, dan UU 44/2009 tentang rumah sakit. Praktik transaksi teraupetik kecuali melibatkan pasien dan dokter juga melibatkan keluarga. Mereka ini yang kemudian menyampaikan data dalam penelitian. Unsur lain yang juga menyumbang informasi penting adalah dokter ahli, organisasi profesi, birokrat, hingga mahasiswa. Menjalani perkuliahan S-3, Endah dibimbing pakar hukum luar dan dalam negeri. Sebagai promotor Prof. Dr. Adi Sulistono (UNS), copromotor Hayan Ul Haq PhD (Universitas Utrecht Belanda), serta copromotor Dr. Widodo Tresno Novianto (UNS).

Web Fakultas/Jurusan/Program Pasca Sarjana